Jakarta – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menangkap buronan bandar narkoba besar, Andre Fernando alias “The Doctor”, di Penang, Malaysia pada Minggu 5 April 2026. Penangkapan ini menandai berakhirnya pelarian terpidana yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus narkotika jaringan internasional.
Andre Fernando dikenal sebagai sosok penting dalam jaringan peredaran narkoba lintas negara yang memasok berbagai jenis narkotika ke Indonesia, termasuk sabu-sabu, vape mengandung etomidate, dan “happy water”. Ia juga disebut berperan besar sebagai pemasok utama kepada sejumlah bandar di dalam negeri, termasuk jaringan Ko Erwin dan tempat hiburan malam di Jakarta.
Pelarian dan Status DPO
Andre ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Bareskrim Polri sejak 1 Maret 2026 setelah terungkap perannya dalam kasus penyelundupan dan distribusi narkotika. Ia merupakan bagian dari jaringan besar yang dikenal memakai berbagai modus operandi untuk memasukkan barang haram ke Indonesia melalui jalur darat, laut, hingga kargo yang dikemas sedemikian rupa untuk mengelabui aparat.
Sebelumnya, aparat juga telah menangkap bandar narkoba besar lainnya, Ko Erwin, yang hendak melarikan diri ke Malaysia melalui jalur laut di perairan Asahan, Sumatera Utara, pada akhir Februari 2026. Penangkapan Ko Erwin membuka jejak jaringan yang lebih luas dan menempatkan Andre sebagai salah satu target utama penyidik.
Operasi Penangkapan di Penang
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa Andre ditangkap melalui operasi gabungan antara Bareskrim Polri, Divisi Hubinter Polri, dan Interpol di Penang, Malaysia. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dan Andre langsung dibawa ke Indonesia untuk proses hukum selanjutnya.
“Benar, DPO atas nama Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor berhasil ditangkap,” ujar Eko, menegaskan bahwa pelarian bandar besar ini akhirnya berakhir setelah upaya panjang aparat penegak hukum.
Setelah ditangkap, Andre langsung dibawa kembali ke Tanah Air dengan pengawalan ketat oleh petugas kepolisian. Saat ini dirinya telah tiba di Indonesia dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di bawah pengawasan penyidik Bareskrim.
Peran dalam Jaringan Narkoba Internasional
Andre Fernando dikenal sebagai distributor yang memasok narkotika ke beberapa bandar di Indonesia, termasuk kasus yang melibatkan Ko Erwin, bandar narkoba yang juga telah ditangkap sebelumnya. Ia memainkan peran penting dalam pengiriman narkoba dari luar negeri — khususnya dari Malaysia — ke berbagai wilayah di Indonesia.
Modus pengiriman yang digunakan jaringan ini terbilang kompleks; selain sabu-sabu, narkotika juga disamarkan dalam bentuk vape yang mengandung zat psikoaktif, serta dikirim melalui berbagai rute termasuk laut dan kargo. Metode ini menunjukkan tingkat perencanaan yang tinggi dalam upaya menyelundupkan barang haram melewati pengawasan aparat.
Ancaman dan Dampak Jaringan Narkoba
Kasus ini menunjukkan betapa besarnya dampak yang ditimbulkan oleh sindikat narkoba internasional terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Peredaran narkotika tidak hanya menghadirkan ancaman bagi kesehatan publik, tetapi juga berpotensi menciptakan kerusakan sosial dan ekonomi dalam skala luas.
Aparat penegak hukum terus memperluas penyelidikan untuk membongkar jaringan di balik sosok Andre Fernando. Selain Andre, beberapa anggota lain dari jaringan ini masih menjadi buronan, termasuk tangan kanan Andre yang diketahui berada di Malaysia dan juga dalam daftar pencarian.
Respons dan Investigasi Lanjutan
Pihak Bareskrim Polri menyatakan bahwa penangkapan Andre akan membuka peluang untuk menggali lebih dalam struktur jaringan narkotika tersebut. Penyidik akan menelusuri alur distribusi, sumber pengadaan, serta kemungkinan keterlibatan aktor lain, baik di dalam maupun luar negeri.
Penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi sindikat narkoba internasional bahwa kerja sama antar-negara dalam pemberantasan narkotika semakin dipererat. Melalui kolaborasi dengan Interpol dan aparat penegak hukum Malaysia, Bareskrim mampu menindak pelaku yang beroperasi lintas batas negara.
Implikasi terhadap Penanggulangan Narkoba
Penangkapan bandar besar seperti Andre menjadi titik penting dalam penanggulangan narkoba di Indonesia. Hal ini menunjukkan efektivitas kerja sama internasional dan penegakan hukum yang agresif dalam menindak pelaku kejahatan narkotika. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menurunkan tingkat peredaran narkotika di masyarakat.

Namun demikian, tantangan masih cukup besar karena jaringan narkoba cenderung terus beradaptasi dengan berbagai teknik dan modus baru untuk mengelabui aparat. Aparat penegak hukum pun terus memperkuat kapasitas dan kemampuan teknisnya, termasuk dalam hal intelijen, patroli perbatasan, hingga koordinasi internasional.
Penutup
Penangkapan Andre Fernando alias “The Doctor” di Malaysia oleh Bareskrim Polri merupakan perkembangan besar dalam pemberantasan jaringan narkotika internasional yang telah merugikan banyak pihak. Setelah sempat menjadi buronan, pelarian Andre akhirnya berakhir, dan kini pihak berwenang di Indonesia dapat melanjutkan proses hukum terhadapnya.
Kasus ini menggarisbawahi kompleksitas peredaran narkotika antarnegara dan menunjukkan bahwa dengan kerja sama internasional yang kuat serta penegakan hukum yang tegas, sindikat narkoba besar pun dapat dibongkar hingga tingkat paling atas. Ke depan, aparat berkomitmen untuk terus memburu sisa anggota jaringan dan memastikan bahwa penegakan hukum berjalan hingga tuntas.